Senin, 25 November 2013

KOMUNIKASI


KOMUNIKASI

1.     PENTINGNYA KOMUNIKASI
                       
          Setiap manusia dalam hidupnya memerlukan komunikasi, jika manusia tidak saling berkomunikasi, maka manusia tidak  akan bisa hidup sendiri. Komunikasi dilakukan untuk saling mengetahui keinginan, menjalin hubungan pertemannan, dan untuk menemukan suatu tujuan tertentu.

Bagi manusia, komunikasi menjadi sangat penting karena manusia merupakan makhluk social yang tidak dapat hidup sendiri. Manusia menggunakan komunikasi untuk saling mengirim pesan yang hendak disampaikan oleh seseorang kepada orang lain sebagai penerima pesan.

Komunikasi dikatakan baik, apabila seseorang yang menyampaikan sesuatu diterima, dimengerti, dan dipahami oleh orang lain. Jika seseorang tidak dapat melakukan komunikasi dengan baik, maka orang lain pun akan salah menerima, mengerti, dan memahami maksud dari tujuan kita melakukan komunikasi dengannya. Untuk itu kita harus jelas dalam menyampaikan sesuatu yang kita ucapkan kepada orang lain.

Melalui komunikasi seseorang dapat menyampaikan perasaan dan pikirannya kepada orang lain. Komunikasi pun dapat dilakukan secara verbal dan nonverbal.
Komunikasi verbal adalah komunikasi yang disampaikan dengan kata-kata, baik lisan maupun tulisan. Sedangkan komunikasi nonverbal adalah komunikasi yang disampaikan dengan tidak menggunakan kata-kata, seperti bahasa tubuh. Contoh dari komunikasi bahasa tubuh ialah apabila seseorang dalam keadaan kesal kepada orang lain dan ia bersikap diam dan acuh itu menandakan bahwa orang tersebut melakukan komunikasi nonverbal. Jadi kesimpulannya sangat penting manusia sebagai makhluk social dalam melakukan komunikasi ialah agar manusia tidak merasa terasingkan didalam lingkungan ia berada.

Begitu juga produsen harus pintar dan baik didalam berkomunikasi kepada konsumen, agar konsumen memahaminya dengan baik dan mengerti apa yang telah disampaikan oleh produsen mengenai produk yang dipasarkan.


2.     DEFINISI KOMUNIKASI

Banyak orang apabila ditanyakan mengenai pengertian atau definisi dari komunikasi mereka tidak mengetahuinya, untuk itu ada satu definisi mengenai komunikasi dari salah seorang ahli.

Menurut Onong Uchjana Effendy , komunikasi adalah proses penyampaian pesan oleh seseorang kepada orang lain untuk memberitahu, mengubah sikap, pendapat, atau perilaku, baik secara lisan ( langsung) ataupun tidak langsung (melalui media).

Jadi definisi dari komunikasi menurut saya adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh makhluk social  untuk menyampaikan perasaan dan pikiran kepada orang lain agar mereka tidak merasa asing dalam lingkungannya.


3.     PROSES KOMUNIKASI

Ternyata komunikasi memiliki beberapa proses, sebelum mengetahui proses komunikasi, saya akan membahas mengenai definisi dari proses komunikasi.

Proses komunikasi adalah cara menyampaikan pesan dari seseorang kepada orang lain agar terciptanya suatu makna atau tujuan yang diinginkan tanpa adanya kesalah pahaman. Jika seseorang tidak dapat melakukan atau menyampaikan komunikasi dengan baik, maka orang lain pun akan salah paham dengan maksud yang sebenarnya baik.

Menurut Effendy (1994:11-19), ia membedakan proses komunikasi melalui beberapa tahap, yaitu sebagai berikut ;
1)    Proses komunikasi secara primer
Proses komunikasi secara primer adalah proses penyampaian pikiran dan atau perasaan seseorang kepada orang lain dengan menggunakan lambang (symbol) sebagai media. Lambang sebagai media primer dalam proses komunikasi adalah pesan verbal (bahasa), dan pesan nonverbal (kial/gesture, isyarat, gambar, warna, dan lain sebagainya) yang secara langsung dapat/mampu menerjemahkan pikiran dan atau perasaan komunikator kepada komunikan.
2)   Proses komunikasi sekunder
Proses komunikasi secara sekunder adalah proses penyampaian pesan oleh komunikator kepada komunikan dengan menggunakan alat atau sarana sebagai media kedua setelah memakai lambang sebagai media pertama.
Seorang komunikator menggunakan media ke dua dalam menyampaikan komunikasike karena komunikan sebagai sasaran berada di tempat yang relatif jauh atau jumlahnya banyak. Surat, telepon, teleks, surat kabar, majalah, radio, televisi, film, dsb adalah media kedua yang sering digunakan dalam komunikasi. Proses komunikasi secara sekunder itu menggunakan media yang dapat diklasifikasikan sebagai media massa (surat kabar, televisi, radio, dsb.) dan media nirmassa (telepon, surat, dan lain-lain).

4.     KOMUNIKASI PERSUASIF

Aristoteles memberikan rumusan sederhana tentang metode persuasif yang sering juga disebut sebagai common sense, yang mana rumusan itu adalah:
  1. The etical or emotional mode of persuasion. Metode persuasi dengan etika. Komunikator ulung adalah komunikator yang perilakunya menjadi rujukan banyak orang. Seorang komunikator mesti menjadi teladan bagi banyak orang
  2. The pathetic or emotional mode of persuasion. Persuasi dengan memakai emosi. Komunikan akan berubah dan mengikuti pandangan seorang komunikator yang berhasil melakukan pendekatan emosional.
  3. The logical mode of persuasion. Komunikan akan mengikuti pembicaraan komunikator yang sistematis dan logis.
Dalam melakukan kegiatan komunikasi, seorang komunikator yang melakukan kegiatan persuasi (bujukan) dan sering dikatakan bahwa sebetulnya kegiatan komunikator ketika menyampaikan pesan itu sama dengan kegiatan pembujuk atau persuader. Artinya, bagi pemberi pesan  melakukan persuasi tersebut merupakan tujuan dari proses komunikasi yang dilakukan dan persuasi (komunisuasi) itu merupakan proses belajar yang bersifat emosional atau perpindahan anutan dari hal yang lama ke hal yang baru melalui penanaman suatu pengertian dan pemahaman.


5.     PANDANGAN TENTANG PROSES KOMUNIKASI
Titik awal dalam proses komunikasi adalah memeriksa semua interaksi potensial yang mungkin dimiliki pelanggan sasaran dengan produk dan perusahaan. Misalnya, seseorang yang ingin membeli komputer akan bertanya pada orang lain, melihat iklan di televisi, membaca artikel di koran dan majalah, dan mengamati komputer yang dipajang di toko-toko komputer. Pemasar perlu menilai pengalaman dan kesan-kesan manakah yang paling berpengaruh pada berbagai tahap dalam proses pembelian. Pemahaman ini akan membantu pemasar dalam mengalokasikan dana komunikasinya dengan lebih efisien.
Untuk melakukan komunikasi secara efektif, pemasar perlu memahami unsur-unsur fundamental yang mendasari komunikasi yang efektif. Gambar 9.1 menunjukkan suatu model komunikasi dengan sembilan unsur. Dua unsur merupakan pihak-pihak utama dalam suatu komunikasi, meliputi pengirim dan penerima. Dua unsur merupakan alat komunikasi utama, meliputi pesan dan media. Empat unsure merupakan fungsi komunikasi utama, meliputi pengkodean (encoding), penguraian kode (decoding), tanggapan (response), dan umpan balik (feedback). Unsur terakhir dalam sistem tersebut adalah gangguan (noise), yaitu pesan-pesan acak dan yang menyaingi dapat mengganggu komunikasi.
 
1.     PENTINGNYA KOMUNIKASI
                       
          Setiap manusia dalam hidupnya memerlukan komunikasi, jika manusia tidak saling berkomunikasi, maka manusia tidak  akan bisa hidup sendiri. Komunikasi dilakukan untuk saling mengetahui keinginan, menjalin hubungan pertemannan, dan untuk menemukan suatu tujuan tertentu.

Bagi manusia, komunikasi menjadi sangat penting karena manusia merupakan makhluk social yang tidak dapat hidup sendiri. Manusia menggunakan komunikasi untuk saling mengirim pesan yang hendak disampaikan oleh seseorang kepada orang lain sebagai penerima pesan.

Komunikasi dikatakan baik, apabila seseorang yang menyampaikan sesuatu diterima, dimengerti, dan dipahami oleh orang lain. Jika seseorang tidak dapat melakukan komunikasi dengan baik, maka orang lain pun akan salah menerima, mengerti, dan memahami maksud dari tujuan kita melakukan komunikasi dengannya. Untuk itu kita harus jelas dalam menyampaikan sesuatu yang kita ucapkan kepada orang lain.

Melalui komunikasi seseorang dapat menyampaikan perasaan dan pikirannya kepada orang lain. Komunikasi pun dapat dilakukan secara verbal dan nonverbal.
Komunikasi verbal adalah komunikasi yang disampaikan dengan kata-kata, baik lisan maupun tulisan. Sedangkan komunikasi nonverbal adalah komunikasi yang disampaikan dengan tidak menggunakan kata-kata, seperti bahasa tubuh. Contoh dari komunikasi bahasa tubuh ialah apabila seseorang dalam keadaan kesal kepada orang lain dan ia bersikap diam dan acuh itu menandakan bahwa orang tersebut melakukan komunikasi nonverbal. Jadi kesimpulannya sangat penting manusia sebagai makhluk social dalam melakukan komunikasi ialah agar manusia tidak merasa terasingkan didalam lingkungan ia berada.

Begitu juga produsen harus pintar dan baik didalam berkomunikasi kepada konsumen, agar konsumen memahaminya dengan baik dan mengerti apa yang telah disampaikan oleh produsen mengenai produk yang dipasarkan.


2.     DEFINISI KOMUNIKASI

Banyak orang apabila ditanyakan mengenai pengertian atau definisi dari komunikasi mereka tidak mengetahuinya, untuk itu ada satu definisi mengenai komunikasi dari salah seorang ahli.

Menurut Onong Uchjana Effendy , komunikasi adalah proses penyampaian pesan oleh seseorang kepada orang lain untuk memberitahu, mengubah sikap, pendapat, atau perilaku, baik secara lisan ( langsung) ataupun tidak langsung (melalui media).

Jadi definisi dari komunikasi menurut saya adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh makhluk social  untuk menyampaikan perasaan dan pikiran kepada orang lain agar mereka tidak merasa asing dalam lingkungannya.


3.     PROSES KOMUNIKASI

Ternyata komunikasi memiliki beberapa proses, sebelum mengetahui proses komunikasi, saya akan membahas mengenai definisi dari proses komunikasi.

Proses komunikasi adalah cara menyampaikan pesan dari seseorang kepada orang lain agar terciptanya suatu makna atau tujuan yang diinginkan tanpa adanya kesalah pahaman. Jika seseorang tidak dapat melakukan atau menyampaikan komunikasi dengan baik, maka orang lain pun akan salah paham dengan maksud yang sebenarnya baik.

Menurut Effendy (1994:11-19), ia membedakan proses komunikasi melalui beberapa tahap, yaitu sebagai berikut ;
1)    Proses komunikasi secara primer
Proses komunikasi secara primer adalah proses penyampaian pikiran dan atau perasaan seseorang kepada orang lain dengan menggunakan lambang (symbol) sebagai media. Lambang sebagai media primer dalam proses komunikasi adalah pesan verbal (bahasa), dan pesan nonverbal (kial/gesture, isyarat, gambar, warna, dan lain sebagainya) yang secara langsung dapat/mampu menerjemahkan pikiran dan atau perasaan komunikator kepada komunikan.
2)   Proses komunikasi sekunder
Proses komunikasi secara sekunder adalah proses penyampaian pesan oleh komunikator kepada komunikan dengan menggunakan alat atau sarana sebagai media kedua setelah memakai lambang sebagai media pertama.
Seorang komunikator menggunakan media ke dua dalam menyampaikan komunikasike karena komunikan sebagai sasaran berada di tempat yang relatif jauh atau jumlahnya banyak. Surat, telepon, teleks, surat kabar, majalah, radio, televisi, film, dsb adalah media kedua yang sering digunakan dalam komunikasi. Proses komunikasi secara sekunder itu menggunakan media yang dapat diklasifikasikan sebagai media massa (surat kabar, televisi, radio, dsb.) dan media nirmassa (telepon, surat, dan lain-lain).

4.     KOMUNIKASI PERSUASIF

Aristoteles memberikan rumusan sederhana tentang metode persuasif yang sering juga disebut sebagai common sense, yang mana rumusan itu adalah:
  1. The etical or emotional mode of persuasion. Metode persuasi dengan etika. Komunikator ulung adalah komunikator yang perilakunya menjadi rujukan banyak orang. Seorang komunikator mesti menjadi teladan bagi banyak orang
  2. The pathetic or emotional mode of persuasion. Persuasi dengan memakai emosi. Komunikan akan berubah dan mengikuti pandangan seorang komunikator yang berhasil melakukan pendekatan emosional.
  3. The logical mode of persuasion. Komunikan akan mengikuti pembicaraan komunikator yang sistematis dan logis.
Dalam melakukan kegiatan komunikasi, seorang komunikator yang melakukan kegiatan persuasi (bujukan) dan sering dikatakan bahwa sebetulnya kegiatan komunikator ketika menyampaikan pesan itu sama dengan kegiatan pembujuk atau persuader. Artinya, bagi pemberi pesan  melakukan persuasi tersebut merupakan tujuan dari proses komunikasi yang dilakukan dan persuasi (komunisuasi) itu merupakan proses belajar yang bersifat emosional atau perpindahan anutan dari hal yang lama ke hal yang baru melalui penanaman suatu pengertian dan pemahaman.


5.     PANDANGAN TENTANG PROSES KOMUNIKASI
Titik awal dalam proses komunikasi adalah memeriksa semua interaksi potensial yang mungkin dimiliki pelanggan sasaran dengan produk dan perusahaan. Misalnya, seseorang yang ingin membeli komputer akan bertanya pada orang lain, melihat iklan di televisi, membaca artikel di koran dan majalah, dan mengamati komputer yang dipajang di toko-toko komputer. Pemasar perlu menilai pengalaman dan kesan-kesan manakah yang paling berpengaruh pada berbagai tahap dalam proses pembelian. Pemahaman ini akan membantu pemasar dalam mengalokasikan dana komunikasinya dengan lebih efisien.
Untuk melakukan komunikasi secara efektif, pemasar perlu memahami unsur-unsur fundamental yang mendasari komunikasi yang efektif. Gambar 9.1 menunjukkan suatu model komunikasi dengan sembilan unsur. Dua unsur merupakan pihak-pihak utama dalam suatu komunikasi, meliputi pengirim dan penerima. Dua unsur merupakan alat komunikasi utama, meliputi pesan dan media. Empat unsure merupakan fungsi komunikasi utama, meliputi pengkodean (encoding), penguraian kode (decoding), tanggapan (response), dan umpan balik (feedback). Unsur terakhir dalam sistem tersebut adalah gangguan (noise), yaitu pesan-pesan acak dan yang menyaingi dapat mengganggu komunikasi.

Model ini menekankan faktor-faktor penting dalam komunikasi efektif. Pengirim harus tahu pendengar apa yang harus dicapai dan tanggapan apa yang diinginkan. Mereka harus mengkodekan pesan mereka dalam suatu cara yang mempertimbangkan bagaimana pendengar sasaran biasanya menguraikan kode pesan. Mereka juga harus mengirimkan pesan itu melalui media yang efisien dalam mencapai pendengar sasaran dan membangun saluran umpan balik untuk memantau tanggapan penerima atas pesan itu.

Agar suatu pesan dapat efektif, proses pengkodean dari pengirim harus berhubungan dengan proses penguraian kode oleh penerima. Artinya, pesan yang terbaik adalah pesan yang disampaikan dengan tanda-tanda yang dikenali oleh penerimanya. Apabila penerima memiliki persamaan pengalaman dengan penerima pesan, maka komunikasi yang dilakukan akan lebih efektif. Persyaratan ini akan mempersulit komunikator dari suatu lapisan sosial (misalnya pegawai periklanan) yang ingin berkomunikasi secara efektif dengan lapisan sosial lain (misalnya pekerja pabrik). Tugas pengirim adalah mengupayakan pesan sampai kepada penerima. Pendengar sasaran mungkin tidak menerima pesan yang dimaksudkan, karena:
  • Perhatian selektif (selective attention) : orang yang dibombardir 1.600 pesan komersial dalam sehari, 80 diantaranya diperhatikan secara sadar dan hanya sekitar 12 yang memancing reaksi. Dengan demikian, komunikator harus merancang pesan yang dapat menarik perhatian walaupun dikelilingi banyak gangguan. Perhatian selektif menjelaskan mengapa iklan dengan judul tercetak tebal yang menjanjikan sesuatu, seperti "Bagaimana Menjadi Seorang Jutawan". Disertai dengan ilustrasi yang menarik dan sedikit tulisan, memiliki kemungkinan besar untuk menarik perhatian. Untuk usaha yang sangat sedikit, penerima mungkin mendapatkan imbalan yang luar biasa besar.
  • Penyimpangan selektif (selective distortion) : orang mungkin menyimpangkan pesan untuk mendengar apa yang mereka ingin dengar. Penerima telah menetapkan serangkaian sikap, yang mempengaruhi ekspektasi tentang apa yang ingin mereka dengar atau lihat. Mereka hanya akan mendengar apa yang sesuai dengan keyakinan mereka. Akibatnya adalah penerima sering menambahkan hal-hal yang tidak ada pada pesan itu (amplification) dan tidak memperhatikan hal-hal lain yang ada pada pesan itu (leveling). Tugas komunikator adalah berusaha merancang pesan yang sederhana, jelas, menarik dan berulang-ulang agar inti dari pesan tersebut dapat diterima oleh penerima.
  • Ingatan selektif (selective recall) : orang akan menyimpan sebagian kecil dari pesan yang diterimannya di ingatan jangka panjang. Apakah suatu pesan akan melewati ingatan jangka pendek ke ingatan jangka panjang tergantung pada jumah dan jenis pengulangan pesan yang dilakukan oleh penerima. Pengulangan itu (rehearsal) bukan sekedar mengulangi pesan, melainkan suatu proses yang dilakukan penerima untuk memperjelas arti informasi itu sehingga membawa pemikiran-pemikiran yang berkaitan dari ingatan jangka panjang ke ingatan jangka pendek penerima. Jika sikap awal penerima terhadap obyek itu positif dan ia mengulang argumen-argumen pendukungnya, pesan itu kemungkinan besar akan diterima dan selalu diingat. Jika sikap awal penerima itu negatif dan ia mengulang argumen-argumen penentangnya, pesan itu kemungkinan besar ditolak, tetapi akan tersimpan dalam ingatan jangka panjang. Sikap menentang tersebut menghambat persuasi dengan cara menciptakan suatu pesan yang berlawanan. Karena terlalu banyak persuasi, penerima memerlukan mengulang pemikirannya sendiri, maka yang disebut persuasi adalah persuasi diri sendiri (self persuasion).

Komunikator harus mencari sifat-sifat penerima yang berhubungan erat dengan daya persuasi dan menggunakan sifat-sifat ini untuk mengarahkan pesan dan mengembangkan media. Orang yang berpendidikan dan/atau berkecerdasan tinggi dianggap lebih sulit dipengaruhi, tetapi pernyataan ini tidak menyakinkan. Orang yang memiliki konsep diri yang lemah tampaknya lebih mudah dipengaruhi, seperti juga orang yang kurang percaya diri.

1.     MEMILIH SALURAN KOMUNIKASI

  1. Saluran interpersonal dan media massa
  2. Saluran lokal dan saluran kosmopolit
Saluran interpersonal adalah saluran yang melibatkan pertemuan tatap muka (sumber dan penerima) antara dua orang atau lebih. Misalnya rapat atau pertemuan kelompok, percakapan langsung, pembicaraan dari mulut ke mulut, dsb.
Sedangkan saluran media massa adalah alat-alat penyampai pesan yang memungkinkan sumber mencapai suatu audiens dalam jumlah besar, yang dapat menembus batasan waktu dan ruang. Misalnya radio, televisi, film, surat kabar, buku, dsb.
Saluran anatar pribadi disebut saluran lokalit apabila kontak-kontak langsung itu sebatas daerah atau sistem sosial itu saja. Sedangkan saluran melalui media massa sudah pasti bersifat kosmopolit. Sebaliknya saluran media massa dapat dipastikan bersifat kosmopolit.
Masing-masing saluran memiliki karakteristik sendiri dalam meneruskan pesan komunikasi. Perbedaan penting antara saluran media massa dengan antar pribadi dapat digambarkan sebagai berikut:
No
Sifat-sifat
Saluran antar pribadi
Saluran media massa




1
Arus pesan
Cenderung dua arah
Cenderung searah




2
Besarnya kemungkinan umpan balik
Tinggi
Rendah




3
Konteks komunikasi
Tatap muka
Berperantara




4
Kemampuan mengatasi seleksi luas
Tinggi,lambat
Rendah, cepat




5
Akibat yang mungkin terjadi
Pembentukan dan perubahan sikap
Perubahan pengetahuan
Dalam difusi inovasi saluran komunikasi memiliki karakter kelebihan dan kelemahan masing-masing. Oleh karena itu dalam menggunakan saluran komunikasi ini perlu mempertimbangkan berbagai hal. Hasil penelitian Rogers dan Beal (1960) berkaitan dengan saluran komunikasi menunjukan beberapa prinsip sebagai berikut:
1) saluran komunikasi massa relatif lebih penting pada tahap pengetahuan dan saluran antar pribadi (interpersonal) relatif lebih penting pada tahap persuasi;
2) saluran kosmopolit lebih penting pada tahap pengetahuan dan saluran lokal relatif lebih penting pada tahap persuasi.
3) saluran media masa relatif lebih penting dibandingkan dengan saluran antar pribadi bagi adopter awal (early adopter) dibandingkan dengan adopter akhir (late adopter); dan
4) saluran kosmopolit relatif lebih penting dibandingkan dengan saluran lokal bagi bagi adopter awal (early adopter) dibandingkan dengan adopter akhir (late adopter)


2.     MODEL KOMUNIKASI PEMASARAN

Model komunikasi pemasaran yang biasa dikembangkan pada umumnya tidak jauh dengan proses komunikasi dalam ilmu komunikasi. Model komunikasi pemasaran meliputi sender atau disebut juga sumber (source).

Pertama kali pesan komunikasi datang dari sumber. Dalam pemasaran sumber berarti pihak yang mengirim pesan pemasaran kepada konsumen. Pihak yang mengirim pesan tentu saja perusahaan. Proses selanjutnya yaitu perusahaan menentukan bagaimana pesan itu disusun agar bisa dipahami dan direspons secara positif oleh penerima dalam hal ini konsumen. Pada proses tersebut ditentukan pula jenis komunikasi apa yang akan digunakan. Apakah pesan akan disampaikan melalui iklan, personal selling, promosi penjualan, publik relation atau pemasaran langsung. Proses enconding ini juga disebut sebagai proses menerjemahkan tujuan-tujuan komunikasi ke dalam bentuk-bentuk pesan yang akan dikirimkan kepada penerima.

 Proses selanjutnya yaitu  menyampaikan pesan melalui media. Jika pesan dirancang dalam bentuk iklan, maka pesan harus disampaikan dalam bentuk media cetak atau media elektronik. Pesan yang disampaikan dalam media cetak akan berbeda bentuk dan strukturnya dengan pesan yang disampaikan dalam media elektronik. Pesan dalam media cetak biasanya bersifat detail dan menjelaskan karakteristik produk secara lengkap. Sedangkan pesan yang akan disampaikan dalam media elektronik seperti radio dan televisi tidak boleh secara detail menerangkan produk karena akan sangat memakan biaya. Proses penyampaian pesan melalui media ini disebut sebagai proses transmisi.

 Pesan yang disampaikan melalui media akan ditangkap oleh penerima. Ketika pesan diterima, penerima akan memberikan respons terhadap pesan yang disampaikan. Respons yang diberikan bisa positif, negatif atau netral. Respon positif tentu saja adalah respons yang diharapkan oleh pengirim pesan. Respon positif identik dengan terjadinya keserasian antara harapan pengirim pesan dengan tanggapan penerima pesan. 

1.     ALAT-ALAT PROMOSI DALAM KOMUNIKASI PEMASARAN

Setiap bisnis perlu bertumbuh dan berkembang dan semuanya itu diperlukan berbagai cara, salah satunya dengan media promosi yang tepat. Diantaranya adalah:
1.      Iklan adalah bentuk promosi bersifat masal dan nonpersonal. Oleh karena sirkulasinya luas maka biaya perunit menjadi lebih murah. Tetapi karena bersifat non personal maka iklan tidak mampu responsive. Oleh karena itu iklan tidak diharapkan sebagai media komunikatif interaktif.
2.      Penjualan Personal adalah aktivitas penjualan yang bersifat promosional. Karena bersifat personal, promosi ini sangat efektif membina komunikasi dua arah dengan audiens.
3.      Promosi Penjualan adalah bentuk promosi personal maupun nonpersonal untuk mendongkrak penjualan dalam jangka pendek. Promosi penjualan memang dirancang dengan berbagai cara (personal maupun non personal) untuk mendorong penjualan pada saat-saat tertentu.
4.      Publisitas adalah bentuk promosi yang lebih banyak dilakukan oleh masyarakat. Audiens sering berpendapat bahwa informasi produk dari sumber non-produsen tentu akan lebih fair atau jujur.
5.      Identitas Produk adalah desain produk yang bersifat khas yang mempunyai daya tarik tersendiri. Identitas produk adalah bentuk penampilan promosi produk secara konkrit menunjukkan kelebihan-kelebihan yang ada.

2.     PERIKLANAN
Iklan adalah salah satu bentuk pemasaran yang tertujuan untuk mempengaruhi konsumen untuk bertidak seperti apa isi pesan dari iklan. Sering dikatakan juga bahwa iklan mencuci otak manusia dan berbuat sesuai iklan. Suatu iklan yang berhasil harus memberikan dampak seperti peningkatan penjualan, maka iklan dibuat semenarik, sebaik, sekreatif mungkin untuk menarik konsumen. Iklan sendiri secara tidak langsung memberikan dampak perilaku konsumtif pada masyarakat. Ada pula daya tarik konsumen meliputi: Emotional appeal, Rational, Sexual appeal, Humorous appeal, Fear appeal. Daya tarik ini cenderung mempengaruhi konsumen dalam mengkonsumsi suatu produk.

Dewasa ini banyak muncul biro – biro iklan yang bersaing untuk mendapatkan klien perusahaan – perusahaan besar, ini dikarenakan industri iklan  punya prospek yang bagus, dan banyak uang yang dikeluarkan untuk beriklan.
                                                                                                                                    
3.     PROMOSI PENJUALAN
Tujuan dari pada perusahaan melakukan promosi menurut Tjiptono (2001 : 221) adalah menginformasikan (informing), mempengaruhi dan membujuk (persuading) serta mengingatkan (reminding) pelangggan tentang perusahaan dan bauran pemasarannya. Sistaningrum (2002 : 98) menjelaskan tujuan promosi adalah empat hal, yaitu memperkenalkan diri, membujuk, modifikasi dan membentuk tingkah laku serta mengingatkan kembali tentang produk dan perusahaan yang bersangkutan.

Dalam melakukan promosi agar dapat efektif perlu adanya bauran promosi, yaitu kombinasi yang optimal bagi berbagai jenis kegiatan atau pemilihan jenis kegiatan promosi yang paling efektif dalam meningkatkan penjualan. Ada empat jenis kegiatan promosi, antara lain : (Kotler, 2001:98-100)

1. Periklanan (Advertising), yaitu bentuk promosi non personal dengan menggunakan berbagai media yang ditujukan untuk merangsang pembelian.
2. Penjualan Tatap Muka (Personal Selling), yaitu bentuk promosi secara personal dengan presentasi lisan dalam suatu percakapan dengan calon pembeli yang ditujukan untuk merangsang pembelian.
3. Publisitas (Publisity), yaitu suatu bentuk promosi non personal mengenai, pelayanan atau kesatuan usaha tertentu dengan jalan mengulas informasi/berita tentangnya (pada umumnya bersifat ilmiah).
4. Promosi Penjualan (Sales promotion), yaitu suatu bentuk promosi diluar ketiga bentuk diatas yang ditujukan untuk merangsang pembelian.
5. Pemasaran Langsung (Direct marketing), yaitu suatu bentuk penjualan perorangan secara langsung ditujukan untuk mempengaruhi pembelian konsumen.

Promosi penjualan yang dilakukan oleh penjual dapat dikelompokkan berdasar tujuan yang ingin dicapai. Pengelompokan tersebut adalah sebagai berikut :
1. Customer promotion, yaitu promosi yang bertujuan untuk mendorong atau merangsang pelanggan untuk membeli.
2. Trade promotion, yaitu promosi penjualan yang bertujuan untuk merangsang atau mendorong pedagang grosir, pengecer, eksportir dan importir untuk memperdagangkan barang / jasa dari sponsor.

3. Sales-force promotion, yaitu promosi penjualan yang bertujuan untuk memotivasi armada penjualan.
4. Business promotion, yaitu promosi penjualan yang bertujuan untuk memperoleh pelanggan baru, mempertahankan kontrak hubungan dengan pelanggan, memperkenalkan produk baru, menjual lebih banyak kepada pelanggan lama dan mendidik pelanggan.
Namun yang jelas apapun jenis kebutuhan yang akan diprogramkan untuk dipengaruhi, tetap pada perencanaan bagaimana agar perusahaan tetap eksis dan berkembang. Apalagi jika perusahaan tersebut mempunyai lini produk lebih dari satu macam.



4.     PENJUALAN TATAP MUKA
Penjualan tatap muka adalah kegiatan mempromosikan suatu produk dengan cara mendatangi ke tempat konsumen berada, oleh seorang wiraniaga/salesperson. Dengan adanya kontak langsung antara wiraniaga dan konsumen, maka terjadilah komunikasi dua arah.
Sifat-sifat penjualan tatap muka adalah sebagai berikut :
1. personal atau adanya kontak langsung dengan konsumen
2. tanggapan langsung atas pertanyaan/reaksi konsumen
3. mempererat hubungan dengan konsumen, apabila sikapnya memuaskan
4. biaya operasionalnya cukup tinggi
                                                                                     
5.     HUBUNGAN MASYARAKAT

 Rute pokok operasi humas adalah komunikasi getok tular (word of mouth), artikel pers (press and news stories) dan rekomendasi personal. Tujuannya adalah, untuk menempatkan perusahaan dan produknya dalam memori serta pembicaraan masyarakat dalam artian positif. Karena informasi muncul dalam bentuk berita, maka informasi ini memiliki bobot yang lebih. Humas tidak beriklan, karena mereka tidak dibayar untuk melakukannya secara langsung (walau biasanya memang ada anggaran untuk membayar seseorang agar menulis siaran pers dan juga berita). Iklan bisa bersifat informatif dan juga persuasif, namun humas digunakan untuk menyampaikan informasi saja dan tentu saja hal ini tidak bisa disebut sebagai ‘iklan gratis’ karena anggaran untuk ini juga tidak bisa dikatakan sedikit. Berikut ini adalah contoh-contoh aktivitas humas yang menarik:
o       Sebuah siaran pers menyatakan bahwa perusahaan sudah berhasil mengembangkan cara untuk mendaur ulang sampah dari TPA untuk dijadikan plastik.
o       Perusahaan mensponsori acara olahraga atau acara amal besar (misalnya konser musik Peduli Aceh sponsor proyek bantuan bagi korban bencana tsunami).
o       Sebuah pengumuman bahwa pimpinan perusahaan sudah meraih dukungan untuk menjalankan sebuah program pemerintah dalam penciptaan lapangan kerja secara masif.
o       Body Shop meminta seluruh operasi waralabanya melakukan proyek yang bisa memberi benefit pada masyarakat sekitarnya. Hal ini ikut membangun citra korporat positif di mata masyarakat dan juga memberi kebanggaan tersendiri pada para karyawan bahwa mereka bekerja di perusahaan yang begitu peduli.
o       McDonald’s meredam publisitas negatif dari kelompok pecinta lingkungan dengan menjalankan aktivitas patroli kebersihan di luar restauran.
                  Kesamaan contoh-contoh di atas adalah kelayakannya untuk dijadikan berita serta sisi-sisi menarik yang bisa digali darinya, kasus-kasus itu menempatkan perusahaan di posisi terhormat dan memicu orang-orang untuk membicarakan perusahaan secara positif.


SUMBER REFERENSI