Senin, 11 November 2013

PEMBELAJARAN KONSUMEN


PEMBELAJARAN KONSUMEN



Setiap kali konsumen membeli dan menggunakan suatu produk, pastinya konsumen memperoleh pembelajaran dari produk tersebut. Arti nya, konsumen setelah menggunakan atau memakai suatu produk konsumen akan mengetahui baik atau tidaknya suatu produk itu. Apabila konsumen merasa produk tersebut tidak baik, maka konsumen telah mendapat pembelajaran dalam hal produk yang tidak baik itu seperti apa.
Dengan demikian pembelajaran konsumen adalah suatu proses pengetahuan konsumen terhadap suatu produk apakah produk tersebut memiliki manfaat yang baik atau tidak.

PENGERTIAN PEMBELAJARAN
Menurut Dimyati dan Mudjiono (1999:297) “ Pembelajaran adalah kegiatan guru secara terprogram dalam desain instruksional, untuk membuat siswa belajar aktif, yang menenkankan pada penyediaan sumber belajar”.
Menurut Trianto (2010:17)” Pembelajaran adalah aspek kegiatan manusia yang kompleks, yang tidak sepenuhnya dapat dijelaskan”.
Dan dapat disimpulkan bahwa pembelajaran adalah suatu aspek yang dilakukan manusia secara terprogram dalam suatu tujuan tertentu untuk mendapatkan informasi atau pengetahuan yang akan digunakan dalam memperoleh suatu hal yang diinginkan.


TEORI PEMBELAJARAN

Macam-macam teori pembelajaran menurut para ahli, yaitu ;
1)    Teori Belajar Menurut Thorndike (Teori Koneksionisme)
Menurut Thorndike, belajar merupakan peristiwa terbentuknya asosiasi-asosiasi antara peristiwa-peristiwa yang disebut stimulus (S) dengan respon (R ). Stimulus adalah suatu perubahan dari lingkungan eksternal yang menjadi tanda untuk mengaktifkan organisme untuk beraksi atau berbuat sedangkan respon dari adalah sembarang tingkah laku yang dimunculkan karena adanya perangsang. Bentuk paling dasar dari belajar adalah “trial and error learning atau selecting and connecting learning” dan berlangsung menurut hukum-hukum tertentu. Oleh karena itu teori belajar yang dikemukakan oleh Thorndike ini sering disebut dengan teori belajar koneksionisme atau teori asosiasi.

2)   Teori Belajar Menurut Skinner
B.F. Skinner dikenal sebagai tokoh behavioris dengan pendekatan model instruksi langsung dan meyakini bahwa perilaku dikontrol melalui proses operant conditioning. Operant Conditioning adalah suatu proses perilaku operant (penguatan positif atau negatif) yang dapat mengakibatkan perilaku tersebut dapat berulang kembali atau menghilang sesuai dengan keinginan.
Skinner mengatakan bahwa unsur terpenting dalam belajar adalah penguatan. Maksudnya adalah pengetahuan yang terbentuk melalui ikatan stimulus respon akan semakin kuat bila diberi penguatan. Skinner membagi penguatan ini menjadi dua yaitu penguatan positif dan penguatan negatif. Bentuk bentuk penguatan positif berupa hadiah, perilaku, atau penghargaan. Bentuk bentuk penguatan negatif antara lain menunda atau tidak memberi penghargaan, memberikan tugas tambahan atau menunjukkan perilaku tidak senang.

3)   Teori Belajar Menurut Robert M. Gagne
Gagne membagi proses belajar berlangsung dalam empat fase utama, yaitu
1.      Fase Receiving the stimulus situation (apprehending)
2.    Fase Stage of Acquition
3.    Fase Storage/Retensi
4.    Fase Retrieval/Recall

4)   Teori Belajar Menurut Bruner
Bruner menyatakan belajar merupakan suatu proses aktif yang memungkinkan manusia untuk menemukan hal-hal baru di luar informasi yang diberikan kepada dirinya.
Agar pembelajaran dapat mengembangkan keterampilan intelektual anak dalam mempelajari sesuatu pengetahuan (misalnya suatu konsep matematika), maka materi pelajaran perlu disajikan dengan memperhatikan tahap perkembangan kognitif/ pengetahuan anak agar pengetahuan itu dapat diinternalisasi dalam pikiran (struktur kognitif) orang tersebut.

5)   Teori Belajar Menurut Piaget
Dalam pandangan Piaget, terdapat dua proses yang mendasari perkembangan dunia individu, yaitu pengorganisasian dan penyesuaian. Untuk membuat dunia kita diterima oleh pikiran, kita melakukan pengorganisasian pengalaman-pengalaman yang telah terjadi. Piaget yakin bahwa kita menyesuaikan diri dalam dua cara yaitu asimiliasi dan akomodasi.
Piaget mengatakan bahwa kita melampui perkembangan melalui empat tahap dalam memahami dunia, yaitu :

1.     Tahap sensorimotor (Sensorimotor stage), yang terjadi dari lahir hingga usia 2 tahun, merupakan tahap pertama piaget. Pada tahap ini, perkembangan mental ditandai oleh kemajuan yang besar dalam kemampuan bayi untuk mengorganisasikan dan mengkoordinasikan sensasi (seperti melihat dan mendengar) melalui gerakan-gerakan dan tindakan-tindakan fisik.
2.    Tahap praoperasional (preoperational stage), yang terjadi dari usia 2 hingga 7 tahun, merupakan tahap kedua piaget, pada tahap ini anak mulai melukiskan dunia dengan kata-kata dan gambar-gambar. Mulai muncul pemikiran egosentrisme, animisme, dan intuitif.
3.      Tahap operasional konkrit (concrete operational stage), yang berlangsung dari usia 7 hingga 11 tahun, merupakan tahap ketiga piaget. Pada tahap ini anak dapat melakukan penalaran logis menggantikan pemikiran intuitif sejauh pemikiran dapat diterapkan ke dalam cotoh-contoh yang spesifik atau konkrit.
4.       Tahap operasional formal (formal operational stage), yang terlihat pada usia 11 hingga 15 tahun, merupakan tahap keempat dan terkahir dari piaget. Pada tahap ini, individu melampaui dunia nyata, pengalaman-pengalaman konkrit dan berpikir secara abstrak dan lebih logis.

ILUSTRASI TEORI PEMBELAJARAN

Keluarga “X” sedang menikmati liburan dengan berbelanja di sebuah mall. Pada saat itu, setiap anggota keluarga “ X” mendapat kesempatan untuk membeli barang atau apa saja yang mereka inginkan. Dan anak dari keluarga “ X” ini mempunyai keinginan untuk membeli baju. Tanpa ia melihat dari sisi kualitas, harga, atau pun nyaman atau tidak nya pada saat ia gunakan nanti. Ia pun langsung mengambil baju tersebut dan membayarkannya dikasir. Sesampainya ia dirumah, ia pun langsung memakai baju tersebut. Dengan penuh penyesalan ia memakai baju itu, ternyata ia merasa tidak nyaman memakai baju tersebut.
Ilustrasi di atas menyatakan bahwa anak dari keluarga “ X” mendapatkan pembelajaran mengenai pembelian dari baju tersebut. Seharusnya ia lebih mengetahui dan memilih yang terbaik untuk ia beli serta ia tidak harus terburu-buru untuk mendapatkan yang ia inginkan. Seharusnya ia dapat mengambil keputusan yang baik.


RELEVANSI PENGARUH PERILAKU DAN COGNITIVE LEARNING PADA PEMASARAN

Cognitive learning menekankan pada proses berpikir dalam pembelajaran konsumen, sementara itu classical conditioning menekankan pada hasil yang didasarkan pada asosiasi stimulus.
Pendekatan perilaku mungkin akan sangat cocok untuk kondisi yang aktivitas kognitifnya (pengenalan masalah, pencarian informasi yang ekstensif, evaluasi alternatif, mengambil keputusan dan mengevaluais keputusan pembelian) adalah minimal. Pendekatan perilaku akan cocok untuk konsumen yang tidak begitu terlibat dalam pembelian produk. Mungkin mereka akan merasa membuang-buang waktu untuk mencari infomasi yang berhubungan dengan pembelian pasta gigi, sabun mandi, dan lain-lain.
Teori pembelajaran kognitif lebih relevan untuk produk yang penting dan memerlukan keterlibatan tinggi.


LOYALITAS KONSUMEN

Loyalitas merek adalah suatu konsep yang sangat penting dalam strategi pemasaran. Loyalitas merek yang tinggi dapat meningkatkan perdagangan. Dan dapat menarik minat pelanggan baru karena mereka memiliki keyakinan bahwa membeli produk bermerek minimal dapat mengurangi risiko.
Factor-faktor yang mempengaruhi loyalitas konsumen menurut Sunu (1999:128) adalah sebagai berikut ;
1.     Mutu Produk
Ialah produk yang memenuhi standar kualitas yang baik.
2.    Harga yang bersaing
Dengan harga yang berbeda dari perusahaan lain, diharapkan produk dari satu perusahaan dapat bersaing dengan baik.
3.    Pelayanan dan informasi yang maksimal
Memberikan pelayanan yang terbaik dan informasi yang lengkap atau diperlukan konsumen.
4.    Citra perusahaan
Gambaran informasi tentang citra perusahaan dipelihara dengan baik.

PEMBELAJARAN VICARIOUS


Suatu jenis pembelajaran teori yang mempunyai aplikasi pemasaran penting yaitu pembelajaran vicarious.

SUMBER :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar