Senin, 17 Maret 2014

TULISAN 2 ( BAHASA INDONESIA 2)

TULISAN 2

METODE ILMIAH DALAM MENJAWAB PERTANYAAN-PERTANYAAN ILMIAH

1.    Latar Belakang Peneliti Harus Menggunakan Metode Ilmiah Dalam Menjawab Pertanyaan-pertanyaan Ilmiah
Setiap manusia tidak akan pernah lepas dengan ada nya permasalahan dalam hidupnya. Menurut saya pribadi permasalahan itu terbagi dalam 2 jenis :
1)       Permasalahan yang dapat diselesaikan tanpa harus diadakan penelitian,karena permasalahan ini dapat diselesaikan secara langsung dengan musyawarah atau pun diskusi.
2)     Permasalahan yang harus diselesaikan dengan menlakukan penelitian terlebih dahulu. Karena permasalahan ini tidak dapat diselesaikan secara langsung,dan memerlukan kajian-kajian teori atau bukti-bukti yang jelas untuk memperkuat hasil penelitian.

Seseorang yang ingin melakukan sebuah penelitian biasanya disebut dengan peneliti. Sedangkan responden adalah pihak-pihak yang dijadikan peneliti sebagai subjek atau sampel penelitian. Dalam melakukan penelitian, seseorang tidak bisa meneliti dengan sembarangan. Peneliti haruslah meneliti dengan mengikuti prinsip-prinsip ilmiah yang sudah ditetapkan. Tujuannya adalah agar peneliti dalam melakukan penelitian tidak keluar dari aturan ilmiah, sehingga hasil penelitian dapat berguna dan bermanfaat dengan baik untuk orang lain. Inilah yang menjadi latar belakang peneliti harus menggunakan metode ilmiah, karena dengan menggunakan metode ilmiah permasalahan yang harus diselesaikan dapat ditemukan solusi guna menjawab pertanyaan-pertanyaan ilmiah yang ada.

2.       Definisi Metode Ilmiah

Seperti yang sudah saya bahas tentang definisi metode ilmiah pada tugas sebelumnya, bahwa metode ilmiah adalah cara yang dilakukan peneliti dalam melakukan penelitian dengan menggunakan prinsip-prinsip ilmiah dalam menentukan hasil penelitian agar memperoleh suatu hubungan (relasi) antara permasalahan dengan hasil penelitian yang didapat. Jika seorang peneliti ingin melakukan penelitian tanpa menggunakan metode ilmiah, maka hasil penelitian akan terasa janggal. Karena penelitian haruslah berupa fakta dan keadaan yang sebenarnya. Untuk itu sangat diperlukan metode ilmiah didalam melakukan penelitian.

Metode ilmiah berasal dari kata metode dan ilmiah, Metode berasal dari Bahasa Yunani methodos yang berarti cara atau jalan yang ditempuh. Sehubungan dengan upaya ilmiah, maka metode menyangkut masalah cara kerja untuk dapat memahami objek yang menjadi sasaran ilmu yang bersangkutan. Fungsi metode berarti sebagai alat untuk mencapai tujuan, atau bagaimana cara melakukan atau membuat sesuatu.

Menurut kamus besar bahasa indonesia :
Metode ilmiah adalah pendekatan atau cara yang dipakai di penelitian suatu ilmu.

3.    Definisi Pertanyaan Ilmiah

Menurut saya pertanyaan ilmiah adalah suatu permasalahan yang harus dicari solusi agar pertanyaan dapat terjawab. Dan hasil penelitian bukan berupa jawaban “ ya “ atau “tidak”. Melainkan berupa suatu pernyataan yang sangat kuat, karena terdapat bukti-bukti.

4.    Tujuan Metode Ilmiah

Metode ilmiah memiliki beberapa tujuan,yaitu antara lain :
1)    Untuk meningkatkan keterampilan, baik dalam menulis, menyusun, mengambil kesimpulan maupun dalam menerapkan prinsip-prinsip yang ada.
2)    Untuk mengorganisasikan fakta.
3)    Merupakan suatu pengejaran terhadap kebenaran yang diatur oleh pertimbangan-pertimbangan logis.
4)    Untuk mencari ilmu pengetahuan yang dimulai dari penentuan masalah, pengumpulan data yang relevan, analisis data dan interpretasi temuan, diakhiri dengan penarikan kesimpulan.
5)    Mendapatkan pengetahuan ilmiah (yang rasional, yang teruji) sehingga merupakan pengetahuan yang dapat diandalkan.

5.   Pemakaian Metode Ilmiah untuk Menjawab Pertanyaan-pertanyaan Ilmiah

Menurut saya, saat seseorang ingin melakukan penelitian, maka diharapkan peneliti mengikuti metode ilmiah yang sudah ditetapkan. Karena metode ilmiah ini penting dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan ilmiah, dengan kata lain metode ilmiah itu berguna untuk menjawab permasalahan yang akan diteliti untuk mendapatkan hasil penelitian. hasil penelitian memiliki bukti-bukti yang kuat, untuk itu sangat penting sekali penggunaan metode ilmiah dalam menjawab pertanyaan ilmiah.

6.    Langkah-Langkah Metode Penulisan  Ilmiah :

1)       Perumusan masalah
      Perumusan masalah adalah langkah awal dalam melakukan kerja ilmiah. Masalah adalah kesulitan yang dihadapi yang memerlukan penyelesaiannya atau pemecahannya. Masalah penelitian dapat di ambil dari masalah yang ditemukan di lingkungan sekitar kita, baik benda mati maupun makhluk hidup. Misalnya, saat kamu berada di pantai dan mengamati ombak di lautan. Pada saat itu di pikiranmu mungkin timbul pertanyaan, mengapa terjadi ombak? Atau, bagaimanakah cara terjadinya ombak?

Untuk dapat merumuskan permasalahan dengan tepat, maka perlu melakukan identifikasi masalah.Agar permasalahan dapat diteliti dengan seksama, maka perlu dibatasi. Pembatasan diperlukan agar kita dapat fokus dalam menyelesaikan penelitian kita.
Hal-hal yang harus diperhatikan di dalam merumuskan masalah, antara lain sebagai berikut:
a.    Masalah hendaknya dapat dinyatakan dalam bentuk kalimat Tanya.
b.   Rumusan masalah hendaknya singkat, padat, jelas dan mudah dipahami. Rumusan masalah yang terlalu panjang akan sulit dipahami dan akan menyimpang dari pokok permasalahan.
c. Rumusan masalah hendaknya merupakan masalah yang kemungkinan dapat dicari cara pemecahannya. Permasalahan mengapa benda bergerak dapat dicari jawabannya dibandingkan permasalahn apakah dosa dapat diukur.

2)     Perumusan hipotesis
            Ketika kita mengajukan atau merumuskan pertanyaan penelitian, maka sebenarnya pada saat itu jawabanya sudah ada dalam pikiran. Jawaban tersebut memang masih meragukan dan bersifat sementara, akan tetapi jawaban tersebut dapat digunakan untuk mengarahkan kita untuk mencari jawaban yang sebenarnya. Pernyataan yang dirumuskan sebagai jawaban sementara terhadap pertanyaan penelitian disebut sebagai hipotesis penelitian. Hipotesisi penelitian dapat juga dikatakan sebagai dugaan yang merupakan jawaban sementara terhadap masalah sebelum dibuktikan kebenarannya. Oleh karena berupa dugaan maka hipotesis yang kita buat mungkin saja salah. Ileh karena itu, kita harus melakukan sebuah percobaan untuk menguji kebenaran hipotesis yang sudah kita buat.

3)     Perancangan penelitian
Sebelum dilakukan penelitian terlebih dahulu harus dipersiapkan rancangan penelitiannya. Rancangan penelitian ini berisi tentang rencana atau hal-hal yang harus dilakukan sebelum, selama dan setelah penelitian selesai. Metode penelitian, alat dan bahan yang diperlukan dalam penelitian juga harus disiapkan dalam rancangan penelitian.


Penelitian yang kita lakukan dapat berupa penelitian deskriptif maupun penelitian eksperimental. Penelitian deskripsi merupakan penelitian yang memberikan gambaran secara sistematis, factual dan akurat mengenai fakta dan sifat-sipat objek yang diselidiki. Contoh dari penelitian deskriptif, misalnya penelitian untuk mengetahui populasi hewan komodo yang hidup di Pulau komodo pada tahun 2008.
Adapun penelitian eksperimental merupakan penelitian yang menggunakan kelompok pembanding. Contoh penelitian eksperimental, misalnya penelitian tentang perbedaan pertumbuhan tanaman di tempat yang terkena matahari dengan pertumbuhan tanaman di tempat yang gelap.
Selain rancangan penelitian, terdapat beberapa faktor lain yang juga harus diperhatikan. Faktor pertama adalah variabel penelitian, sedangkan yang kedua adalah populasi dan sampel. Variabel merupakan faktor yang mempengaruhi hasil penelitian. Populasi merupakan kumpulan/himpunan dari semua objek yang akan diamati ketika melakukan penelitian, sedangkan sampel merupakan himpunan bagian dari populasi. Di dalam penelitian, variabel dapat dibedakan menjadi :
a. Variabel bebas yaitu variabel yang sengaja mengalami perlakuan atau sengaja diubah dan dapat menentukan variabel lainnya (variabel terikat).
b. Variabel terikat yaitu variabel yang mengalami perubahan dengan pola teratur (dipengaruhi oleh variabel bebas).
c. Variabel control yaitu variabel yang digunakan sebagai pembanding dan tidak mengalami perlakuan atau tidak diubah-ubah selama penelitian.


4)     Pelaksanaan penelitian
            Langkah langkah pelaksanaan penelitian adalah sebagai berikut :
a. Persiapan penelitian biasanya diwujudkan dalam pembuatan rancangan penelitian. Alat, bahan, tempat, waktu dan teknik pengumpulan data juga harus dipersiapkan dengan baik.
b.  Pelaksanaan
1.  Pengumpulan/pengambilan data
a) Data kualitatif merupakan data yang diperoleh dari hasil pengamatan dengan menggunakan alat indra, seperti indra penglihatan (mata), indra penciuman (hidung), indra pengecap (lidah), indra pendengaran (telinga), dan indra peraba (kulit). Contohnya adalah ketika kita melakukan pengamatan buah mangga maka data kualitatif yang dapat kita peroleh adalah mengenai rasa buah, warna kulit, dan daging buah, serta wangi atau aroma buah.
b) Data kualitatif merupakan data yang diperoleh dari hasil pengukuran sehingga akan diperoleh data berupa angka-angka. Contohnya adalah data mengnai berat buah mangga,ketebalan daging buah, diameter buah mangga.
2. Pengolahan data
     Setelah data-data yang diperlukan berhasil dikumpulkan maka tahapan selanjutnya adalah melakukan pengolahan atau analisis data. Data yang diperoleh dapat ditulis atau dinyatakan dalam beberapa bentuk, seperti table, grafik dan diagram.
3. Menarik kesimpulan
Setelah pengolahan data melalui analisis selesai dilakukan maka kita dapat mengetahui apakah hipotesis yang kita buat sesuai dengan hasil penelitian atau mungkin juga tidak sesuai. Selanjutnya kita dapat mengambil kesimpilan dari penelitian yang telah kita lakukan. Kesimpulan yang kita peroleh dari hasil penelitian dapat mendukung hipotesis yang kita buat, tetapi kesimpulan yang kita ambil harus dapat menjawab permasalahan yang melatarbelakangi penelitian.

5)     Pelaporan penelitian
Sistematika penyusunan laporan penelitian meliputi :
a. Pendahuluan, bagian pendahuluan merupakan bagian awal dari laporan hasil penelitian dan berisi tentang latar belakang dilaksanakannya penelitian, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian dan hipotesis.
b. Telaah kepustakaan/kajian teori, bagian kajian teori merupakan bagian yang berisi tentang hasil telaah yang dilakukan oleh peneliti terhadap teori dan hasil-hasil penelitian terdahulu yang berhubungan dengan penelitian yang dilakukan.
c. Metode penelitian, berisi segala sesuatu yang dilakukan oleh peneliti mulai dari persiapan, pelaksanaan dan akhir dari sebuah penelitian. Bagian metode penelitian berisi tentang teknik pengambilan data, cara atau teknik pengolahan data, populasi dan sampel, alat, bahan, tempat dan waktu penelitian.
d. Hasil dan pembahasan penelitian, berisi tentang data hasil penelitian yang berhasil dikumpulkan selama penelitian. Data yang diperoleh disampaikan dalam bentuk grafik, tabel , atau diagram.
e. Kesimpulan dan saran, berisi tentang kesimpulan yang dihasilkan merupakan jawaban terhadp hipotesis yang sudah diuji kebenarannya. Saran dari peneliti kepada pihak lain, yaitu pembaca dan bagi peneliti lainnya untuk melakukan penelitian-penelitian selanjutnya.






DAFTAR PUSTAKA

Falkutas Ilmu Komputer, Universitas Indonesia.2008.”Kamus Besar Bahasa Indonesia.http://bahasa.cs.ui.ac.id/kbbi/kbbi.php?keyword=metode&varbidang=all&vardialek=all&varragam=all&varkelas=all&submit=tabel. Diakses pada tanggal 16 Maret 2014


Wikipedia.2013.”Metode”.http://id.wikipedia.org/wiki/Metode. Diakses pada tanggal 16 Maret 2014

Reroo,Rara Riru.2013.”Metode Ilmiah,Definisi,Tujuan,Langkah”.http://rararirureroo.blogspot.com/2013/06/metode-ilmiah-definisi-tujuan-langkah.html. diakses pada tanggal 16 Maret 2014

Pio,Andi.2013.”Pengertian,Jenis,dan Langkah-langkah Metode Ilmiah”.http://andy-pio.blogspot.com/2013/10/pengertian-jenis-dan-langkah-langkah.html. diakses pada tanggal 16 Maret 2014













TULISAN 1 (BAHASA INDONESIA)

HUBUNGAN PENALARAN ILMIAH DENGAN PENULISAN ILMIAH

Definisi Penalaran
Penalaran ,,, pasti sudah sering mendengar dan sudah tidak asing lagi bagi kita mendengar kata “ Penalaran ”. Penalaran menurut saya adalah suatu keadaan atau kondisi di mana seseorang mulai memahami,mengerti,berpikir untuk menghasilkan suatu tujuan yang berkaitan erat pada pengetahuan. Menurut Wikipedia, penalaran ialah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera (pengamatan empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Berdasarkan pengamatan yang sejenis juga akan terbentuk proposisi – proposisi yang sejenis, berdasarkan sejumlah proposisi yang diketahui atau dianggap benar, orang menyimpulkan sebuah proposisi baru yang sebelumnya tidak diketahui. Proses inilah yang disebut menalar.

Penulisan Ilmiah
Menurut Wikipedia Penulisan Ilmiah adalah laporan tertulis dan diterbitkan yang memaparkan hasil penelitian atau pengkajian yang telah dilakukan oleh seseorang atau sebuah tim dengan memenuhi kaidah dan etika keilmuan yang dikukuhkan dan ditaati oleh masyarakat keilmuan.
Menurut saya penulisan ilmiah adalah sebuah hasil penelitian yang sudah di olah ke dalam bentuk laporan oleh peneliti dengan memenuhi prinsip-prinsip ilmiah dan juga etika keilmuan.

Manfaat Karya Ilmiah
Dibawah ini adalah manfaat karya ilmiah :
1)       Melatih untuk mengembangkan keterampilan membaca yang efektif;
2)       Melatih untuk menggabungkan hasil bacaan dari berbagai sumber;
3)       Mengenalkan dengan kegiatan kepustakaan;
4)       Meningkatkan pengorganisasian fakta/data secara jelas dan sistematis;
5)       Memperoleh kepuasan intelektual;
6)       Memperluas cakrawala ilmu pengetahuan;
7)       Sebagai bahan acuan/penelitian pendahuluan untuk penelitian selanjutnya

Ternyata dalam penulisan ilmiah itu penulis dalam penelitiannya dapat memberikan manfaat yang baik, dan juga mengajak orang lain agar rajin membaca.


Sistematika Penulisan Karya Ilmiah

Agar tidak bingung dalam melakukan penulisan karya ilmiah ( penulisan ilmiah ), berikut ini adalah langkah-langkah dalam menulis karya ilmiah ;

Bagian Pembuka
·         Cover
·         Halaman judul.
·         Halaman pengesahan.
·         Abstraksi
·         Kata pengantar.
·         Daftar isi.
·         Ringkasan isi.

Bagian Isi
Pendahuluan

·         Latar belakang masalah.
·         Perumusan masalah.
·         Pembahasan/pembatasan masalah.
·         Tujuan penelitian.
·         Manfaat penelitian.

Kajian teori atau tinjauan kepustakaan

·         Pembahasan teori
·         Kerangka pemikiran dan argumentasi keilmuan
·         Pengajuan hipotesis

Metodologi penelitian

·         Waktu dan tempat penelitian.
·         Metode dan rancangan penelitian
·         Populasi dan sampel.
·         Instrumen penelitian.
·         Pengumpulan data dan analisis data.

Hasil Penelitian

·         Jabaran varibel penelitian.
·         Hasil penelitian.
·         Pengajuan hipotesis.
·         Diskusi penelitian, mengungkapkan pandangan teoritis tentang hasil yang didapatnya.

Bagian penunjang

·         Daftar pustaka.
·         Lampiran- lampiran antara lain instrumen penelitian.
·         Daftar Tabel

Kelemahan Penulisan Ilmiah

Disamping penulisan ilmiah memiliki manfaat, ternyata penulisan ilmiah pun memiliki kelemahan :

1)     metode ilmiah tidak mungkin bisa menjangkau objek yang bersifat inmateri (gaib), dikarenakan tidak adanya wujud, ukuran dan timbangan yang jelas.

2)     terlalu bergantung pada objek yang ada

3)     metode ilmiah akan berubah bila objek yang di amati telah berubah. Sebagai contoh ilmuan mengatakan bahwa suhu diatas puncak merapi adalah 35 derajat c, namun apa yang di kemukakan oleh ilmuan akan berubah seiring berubahnya cuaca dan suhu.

4)      kurang valid, karena tidak semua hasil dari metode atau penelitian di suatu daerah akan bisa di terapkan untuk daerah lain.

5)     membutuhkan waktu yang lama, karena penelitian dilakukan secara berulang.

6)     membutuhkan biaya yang sangat mahal, karena setiap penelitian memerlukan alat bantu berupa peralatan yang menggunakan tehnologi canggih.

7)     dapat terhapus atau tidak di pakai bila terbukti ditemukan kesalahan dan bila muncul teori lain yang dianggap lebih berguna

8)     cenderung kaku dan tidak terpengaruh oleh rasio Dari uraian di atas dapat kita simpulkan bahwa setiap teori selalu memiliki sisi positive dan negatif. Metode ilmiah atau proses ilmiah merupakan proses keilmuan untuk memperoleh pengetahuan secara sistematis berdasarkan bukti fisis.



Ciri Penulisan Ilmiah

1)       Isi mencerminkan hakikat ilmu pengetahuan/objek ilmu tertentu
2)       Mengandung teori/semacam kerangka berpikir
3)       Ada metodenya (cara mencari dan menemukan kebenaran)
4)        Mengandung penalaran.


 Keterkaitan Penalaran dalam Proses Penulisan Ilmiah
Suatu karangan sesederhana apapun akan mencerminkan kualitas penalaran seseorang. Penalaran itu akan tampak dalam pola pikir penyusuan karangan itu sendiri.
Penalaran dalam suatu karangan ilmiah mencakup 5 aspek/matra. Kelima aspek tersebut adalah:
a. Aspek keterkaitan
Aspek keterkaitan adalah hubungan antarbagian yang satu dengan yang lain dalam suatu karangan. Artinya, bagian-bagian dalam karangan ilmiah harus berkaitan satu sama lain. Pada pendahuluan misalnya, antara latar belakang masalah – rumusan masalah – tujuan – dan manfaat harus berkaitan. Rumusan masalah juga harus berkaitan dengan bagian landasan teori, harus berkaitan dengan pembahasan, dan harus berkaitan juga dengan kesimpulan.
b. Aspek urutan
Aspek urutan adalah pola urutan tentang suatru yang harus didahulukan/ditampilkan kemudian (dari hal yang paling mendasar ke hal yang bersifat pengembangan). Suatu karangan ilmiah harus mengikuti urutan pola pikir tertentu.Pada bagian Pendahuluan, dipaparkan dasar-dasar berpikir secara umum. Landasan teori merupakan paparan kerangka analisis yang akan dipakai untuk membahas. Baru setelah itu persoalan dibahas secara detail dan lengkap. Di akhir pembahasan disajikan kesimpulan atas pembahasan sekaligus sebagai penutup karangan ilmiah
c. Aspek argumentasi
Yaitu bagaimana hubungan bagian yang menyatakan fakta, analisis terhadap fakta, pembuktian suatu pernyataan, dan kesimpulan dari hal yang telah dibuktikan. Hampir sebagian besar isi karangan ilmiah menyajikan argumen-argumen mengapa masalah tersebut perlu dibahas (pendahuluan), pendapat-pendapat/temuan-temuan dalam analisis harus memuat argumen-argumen yang lengkap dan mendalam.
d. Aspek teknik penyusunan
Yaitu bagaimana pola penyusunan yang dipakai, apakah digunakan secara konsisten. Karangan ilmiah harus disusun dengan pola penyusunan tertentu, dan teknik ini bersifat baku dan universal. Untuk itu pemahaman terhadap teknik penyusunan karangan ilmiah merupakan syarat multak yang harus dipenuhi jika orang akan menyusun karangan ilmiah.
e Aspek bahasa
Yaitu bagaimana penggunaan bahasa dalam karangan tersebut? baik dan benar? Baku? Karangan ilmiah disusun dengan bahasa yang baik, benar dan ilmiah. Penggunaan bahasa yang tidak tepat justru akan mengurangi kadar keilmiahan suatu karya sastra lebih-lebih untuk karangan ilmiah akademis.
Beberapa ciri bahasa ilmiah: kalimat pasif, sebisa mungkin menghindari kata ganti diri (saya, kami, kita), susunan kalimat efektif/hindari kalimat-kalimat dengan klausa-klausa yang panjang.

DAFTAR PUSTAKA

Wikipedia.2013.”Karya Ilmiah”.http://id.wikipedia.org/wiki/Karya_ilmiah. Diakses pada tanggal 14 Maret 2014

Wikipedia.2014.”Penalaran”.http://id.wikipedia.org/wiki/Penalaran. Diakses pada tanggal 14 Maret 2014

Krumplus.2013.”Pengertian,Kelebihan,dan Kekurangan Pada Metode Ilmiah”.http://www.krumpuls.com/2013/04/pengertian-kelebihan-dan-kekurangan.html. diakses pada tanggal 14 Maret 2014

Wartawarga Universitas Gunadarma.2010.”Penalaran Dalam Proses Penulisan Ilmiah”.http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2010/03/penalaran-dalam-proses-penulisan-ilmiah-2/. Diakses pada tanggal 14 Maret 2014