Sabtu, 27 Desember 2014

TULISAN 8 ETIKA BISNIS

Jumlah Orang Miskin Di Maluku-Papua Terbanyak Di Indonesia


Profil kemiskinan di Indonesia baru saja dipublikasikan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) di Jakarta, Kamis (2/1). Selain mencatat pertambahan orang miskin pada periode Maret-September 2013 menjadi 14,47 persen secara nasional, dipaparkan pula sebaran kemiskinan tersebut berdasarkan pulau.
Hasilnya, wilayah Maluku-Papua menjadi wilayah dengan sebaran jumlah orang miskin paling banyak se-Indonesia. Meski secara kuantitas penduduknya tidak sebanyak pulau-pulau lain, namun di kedua kawasan Indonesia timur itu, persentase penduduk masuk kategori tidak mampu mencapai 24,81 persen. Sebaliknya, Kalimantan berhasil memperoleh keuntungan dari populasi yang sedikit, sebagai pulau dengan sebaran penduduk miskin paling rendah se-Indonesia. "Kalimantan penduduk miskin hanya 6,6 persen, tapi itu karena penduduknya tidak banyak," kata Kepala BPS Suryamin.
Di Sumatera, penduduk miskin mencakup 11,53 persen dari populasi. Berikutnya, Jawa mencapai 10,98 persen, Sulawesi 11,75 persen, dan Bali-Nusa Tenggara 14,49 persen. Tak cuma dari pertambahan jumlah penduduk miskin, dua indeks yang menggambarkan kualitas kemiskinan masyarakat Indonesia turut suram. Indeks kedalaman kemiskinan sebagai penanda kualitas kemiskinan meningkat, dari 1,75 pada Maret, menjadi 1,89 memasuki September 2013. Indeks Keparahan Kemiskinan, yang menggambarkan daya beli masyarakat miskin untuk keluar dari kondisinya juga memburuk. Indeksnya, dari 0,43 menjadi 0,48 persen.
Alhasil, kesenjangan kaya-miskin di Indonesia masih sama seperti 2012. BPS menyebut data yang terangkum dalam koefisien gini itu masih di angka 0,41, alias terjadi kesenjangan moderat, dan pertumbuhan ekonomi belum bermanfaat positif buat masyarakat. "Data koefisien gini masih sama seperti sebelumnya," Suryamin. Pertambahan jumlah penduduk miskin tahun lalu disumbangkan oleh kebijakan pemerintah menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi pada Juni 2013. Sebagai gambaran, indeks harga konsumen tahunan mencapai 8,38 persen. Sedangkan pada momen Maret-September saja, inflasi yang terjadi mencapai 5,02 persen. Sehingga pada periode tersebut, banyak penduduk terpukul, dan mengalami penurunan daya beli lantas jatuh miskin.
                                                                                       
SUMBER :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar